Jumat, 15 Juli 2011

Kingdom, Makhluk Hidup Baru Ditemukan

Tidak ada komentar:
Ilmuwan dari Inggris menemukan jenis makhluk hidup mikroskopis serupa jamur. Meski mirip, ilmuwan mengatakan bahwa makhluk hidup tersebut bisa jadi merupakan kingdom makhluk hidup baru, di luar Fungi atau Jamur, Mikroba, Tumbuhan, dan Hewan. Para ilmuwan memberi nama "cryptomycota" pada makhluk hidup yang diduga kingdom baru itu, berarti "yang tersembunyi dari kingdom Fungi". Diketahui, Cryptomycota memiliki 3 fase hidup, sebagai parasit alga, organisme mandiri yang mencari makanan dan masa dormansi.
Dua sel jamur dari garis purba. Masing-masing memperlihatkan flagellum melengkung seperti ekor berwarna merah pada salah satu tahap siklus hidupnya.

Dugaan kindom baru diawali dari hasil analisa genetika molekuler beberapa spesies yang dibawa ilmuwan dari lapangan. Ilmuwan menemukan bagian DNA yang terkait dengan jamur dan bagian lain yang menunjukkan perbedaan yang jelas dengan jamur.

Analisa karakteristik sel juga membuktikan perbedaan Cryptomycota dengan Jamur. Selain memiliki membran sel, spesies yang termasuk dalam kingdom jamur memiliki dinding sel. Tapi, analisa histologis membuktikan bahwa Cryptomycota tak memiliki dinding sel.

Saat ini, ilmuwan memang baru menemukan 10 persen dari seluruh spesies jamur yang ada, tapi seluruh sub grup jamur sebenarnya sudah ditemukan. Hal ini membuat beberapa ilmuwan yakin bahwa Cryptomycota adalah kingdom makhluk hidup baru.

"Ini akan menjadi menarik dengan kontroversi yang nanti akan muncul. Apakah ini merupakan jamur atau bukan?" kata Tim James, ilmuwan dari University of Michigan. Penemuan ini menurutnya mengejutkan karena mampu mengusik taksonomi jamur.

Untuk membuktikannya, serangkaian penelitian harus dilakukan. Langkah pertama adalah berupaya menumbuhkan Cryptomycota di laboratorium sehingga mudah dipelajari. Bila terbukti spesies baru, siswa sekolah menengah harus bersiap dengan tambahan materi di pelajaran Biologi.
selengkapnya [...]

Senin, 11 Juli 2011

Orang bodoh vs orang pintar

Tidak ada komentar:
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.



PERTANYAAN :

Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??


KESIMPULAN:

Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah 'resiko' dan 'berusaha',
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...

Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi...
selengkapnya [...]

Minggu, 10 Juli 2011

Doa Ulang Tahun

Tidak ada komentar:
Wahai ananda tercinta.
Tetapkanlah Islam sebagai agamamu.
Tetapkanlah Allah sebagai Tuhanmu, dan tiada yg lain selain Dia.
Tetapkanlah Muhammad sebagai Nabi dan Rasulullah.
Tetapkanlah Al Qur`an sebagai kitab dan penuntunmu.
Wahai cahaya hatiku.
Ucap dua kalimah syahadat disetiap desah nafasmu.
Sembahyanglah lima waktu dalam hari harimu.
Berpuasalah sebulan dalam bulan Ramadhan.
Tunaikanlah haji ke Baitullah Rumah Allah jikalau kau mampu.
Tunaikanlah zakat selagi kau mampu.
Jangan lupakan Infaq Shadakah dan menyantuni mereka yg tidak mampu.Wahai bidadariku
Beriman selalu hanya kepada ALLAH SWT
Berimanlah bahwa Allah telah menciptakan Malaikat-malaikat
Berimanlah bahwa Allah telah menciptakan Kitab-kitab Al Qur`an dan kitab kitab sebelumnya
Berimanlah kepada nabi dan Rasul rasul
Yakinlah dan Berimanlah akan adanya Hari Kiamat
Yakinlah dan Berimanlah kepada Qada dan QadarWahai pesona jiwaku.
Hidupmu kelak akan lebih keras dan berat.
Lebih keras dan berat dari kehidupan kami orangtuamu.
Maka bekalkanlah dan perkuat keimanan dan ketaqwaan.
Agar kalian selamat sampai ditujuan hidupmu kelak.Wahai penyempurna hidupku.
Ingatlah dan camkanlah beberapa hal
Bahwa yang singkat itu WAKTU,
Yang dekat itu MATI,
Yang besar itu NAFSU,
Yang berat itu AMANAH,
Yang sulit itu IKHLAS,
Yang mudah itu BERBUAT DOSA
Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN,
Yang akan di investigasi itu AMAL PERBUATAN,
Yang jauh itu MASA LALU.
Persiapkanlah dirimu untuk semua hal itu.Wahai masa depanku.
hiduplah demi akhiratmu
karena itu yang akan abadi kekal selamanya
janganlah kalian hidup demi duniamu
karena itu hanya semu dan bakal termakan waktuWahai permataku,
Doa orangtuamu selalu menyertaimu.
Semoga Allah selalu membimbingmu.
Semoga Allah selalu meridhoimu.
Semoga Allah selalu mendampingimu.
Dalam setiap langkahmu, doamu dan dalam semua kehidupanmu.
selengkapnya [...]

Rabu, 08 Juni 2011

Seni Mengkritik

Tidak ada komentar:

Kalau kemarin teknik menerima kritik sekarang bagaimana teknik mengkritik. Hal mendasar dan sangat penting untuk selalu kita ingat adalah, camkan pada diri sendiri bahwa kita menginginkan perubahan. Esensinya, kita mengharapkan bahwa orang yang kita kritik akan berubah kehidupannya menjadi lebih baik. Maka, yang patut diperhatikan sebaik-baiknya adalah:

            A.    Niat harus Ikhlas
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung pada niatnya.” Sungguh, wahai sahabat niat yang salah akan mempengaruhi pertolongan Allah. Maka, niatkan bahwa koreksi yang akan disampaikan semata-mata disebabkan oleh keinginan yang tulus untuk membantu, membantu apa? Agar pikirannya terbuka tentang kesalahannya.
Selain itu, kita juga berniat baik untuk memberinya dukungan dan motivasi agar bisa memperbaiki diri, semoga kita juga bias membantu dia agar istiqomah dalam meningkatkan kualitas hidupnya tersebut.
Jangan sekali-kali merasa diri lebih tinggi atau lebih hebat. Kesombongan akan mengakibatkan mutu kalimat dan akata-kata yang terucap oleh lidah menjadi rendah dan bernada menggurui bahkan merendahkan. Tentu saja ahal ini tidak diharapkan oleh siapapun.
B.     Perhatikan Situasi dan Kondisi
Orang yang sedang gembira akan berbeda sikapnya saat menerima kriti dengan orang yang sedang berduka. Orang yang sedang berduka biasanya lebih sensitive dan peka ketika menerima kritik. Kemungkinan besar, ia akan menjadi lebih mudah tersinggung.
Orang yang sehat dan yang sakit juga berbeda daya terimanya dalam menghadapi kritik. Maka, sebaik-baiknya situasi adalah keadaan yang tenang dan keadaan tubuh yang sehat wal’afiat. Bukan cuma itu, sebaiknya kondisi kedua pihak sedang lapang. Memberi kritik juga harus dilakukan dengan situasi penuh keakraban dan persahabatan.
Walhasil insya Allah, kritik yang kita sampaikan akan lebih ringan diterima dan dijalani oleh orang tersebut. Terlebih lagi, akan lebih memungkinkan untuk direnungkan secara bijaksana oleh orang yang menerima kritik.

 C.     Perhatikan Cara Mengkritik
Hal pertama yang harus diperhatikan saat mengkritik dan mengoreksi orang lain adlah jangan emosional. Jangan memperturutkan hawa nafsu dan kemarahan. Amarah akan membuat perkataan yang disampaikan menjadi tidak jelas. Selain itu, kalimat kita akan penuh resiko untuk menimbulkan kesalah pahaman.
Sepatutnya, ketika nafsu amarah kita sudah terkendali, jelaskanlah peta situasinya, kesalahannya apa dan pelanggarannya yang mana. Dengan begitu, ia akan paham betul letak kesalahannya dimana. Jelaskan pula apa kerugiannya bila ia tetap berperilaku seperti itu, sehingga semakin jelas keburukan yang tengah dipikulnya.
Yang tak kalah penting adalah, kita harus membantu orang tersubut menemukan solusi dan jalan keluar yang tepat. Insaya Allah akan semakin jelas baginya langkah-langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari penderitaan berkepanjangan.
Jangan lupa gambarkan pula apa keuntungannya jika ia perbaiki diri. Ini agar termitivasi untuk melakukan perubahan. Diharapkan orang itu kemudian akan terdorong untuk meninggalkan kesalahan-kesalahannya, melepaskan sifat buruknya, dan bergerak maju dalam memperbaiki diri untuk meningkatkan prestasinya.
Walhasil orang yang kita kritik tersebut tidak akan merasa sedang dipojokkan, apalagi dijerumuskan. Sebaliknya, ia seakan masuk kedalam sebuah ruangan informasi yang sangat jelas. Ia akan bersyukur karena telah disuguhi dengan lengkap semua yang ia butuhkan.
Bagaimanapun pada prinsipnya semua orang selalu ingin mendapatkan yang lebih baik. Dengan begitu, kita perlu meyakinkan dia bahwa kritikan ini adalah untuk kebaikan dirinya. Orang tersebut harus merasa beruntung dengan kritikan kita.
Cara yang kedua ialah sampaikan dengan metode “pesan aku” apa artinya? Semua ini dapat dijelaskan dengan contoh. Misalkansuatu ketika kita mendapati kondisi rumah sedang berantakan, cucian melimpah, dan sudut-sudut kamar semarak dengan sarang laba-laba. Sementara diatas meja penuh dengan sampah yang berserakan.
Menyingkapi ini, maka sampaikan “pesan aku.” Contoh dalam keluarga, bapak misalnya mengatakan, “anak-anak bapak lebih suka jika rumah ini dapat rapid an bersih. Bapak juga akan bahagia sekali bila ruangan ini dapat segera kita tata dengan indah hingga terlihat asri dan menyenangkan.”
Kata-kata tersebut di atas jelas jauh lebih baik daripada untaian kata-kata kasar semacam ini, “aduh anak-anak kalian kotor sekali, pemalas semuanya, lihat itu! Berantakan disana-sini. Apakah kalian tidak mau membereskannya sedikitpun? Aduuuh! Menjijikkan sekali.”
Jelas kata-kata yang bernada serangan semacam itu akan membuat sibuk membela diri, bahkan sampai sakit hati. Orang itu dapat dipastikan sudah tidak mau mendengar apa yang kita katakana. Apalagi mengikuti apa yang kita harapkan.
Cara yang ketiga, gunakanlah teori “burger” trik ketiga ini ibarat makanan burger. Artinya kita memberikan 3 lapisan informasi. Jadi puji dulu dengan pujian proporsional kemudian segera masukkan koreksi yang bernada tidak menggurui, lalu puji lagi pada ujungnya.

 D.    Pantangan Kritik
Pantangan dalam memberikan kritik atau koreksi adalah jangan sekali-kali mengkritik orang di hadapan banyak orang, mengapa? Hal itu tidak akan diartikan sebagai nasihat, melainkan dimaknai sebagai upaya mempermalukan dirinya sehingga selama mendengar kritik atau nasihat kita, yang bersangkutan lebih sibuk menahan rasa malu, repot menghadapi rasa tekanan. Mungkin saja ia merasa sakit hati bahkan memendam, itulah koreksi  yang disampaikan malah menjadi tidak efektif.
Pujian proporsional boleh dilakukan didepan orang. Akan tetapi, kritik atau koreksi akan lebih terjaga bila dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat.

 E.     Siap untuk Ditolak
Kita harus siap bahwa yang kita koreksi belum tentu menerima koreksi tersebut. Bias jadi ini karena cara kita yang kurang bagus atau mungkin ini karena dia memiliki persepsi yang berbeda terhadap apa yang kita anggap layak untuk dikoreksi.
Kita juga harus siap dengan kenyataan bahwa dia membantah, menolak atau bahkan sebaliknya menyerang kita, sepatutnya kit adapt benar-benar mengendalikan diri. Semuanya arus terjaga dalam posisi kita sebagai pemberi informasi, bnukan sebagai hakim penghukum.
Insya Allah kalau ikhlas, walaupun di hadapan kita ia tampak menolak siapa tahu dikala ia sedang sendirian dimalam hari misalnya ia akan lebih lapang dalam merenungkan koreksian yang sudah kita sampaikan. Sangat mungkin, dia akan menerimanya serta bersedia sepenuh hati menjalankan apa yang kita sarankan. Sungguh, Allah maha kuasa membolak-balikkan hati siapapun. Betapa pun kecilnya amalan kita, namun bila dilakukan dengan ikhlas, maka Allah swt akan membesar-besarkannya.

 F.      Jangan Merasa Berjasa
Ujian bagi kita adalah ketika orang yang kita koreksi ternyata mau berubah dirinya sesuai yang kita anjurkan dan menjadi sukses! Andai kata kita merasa ujub, bahwa itu karena jasa dan kebaikan kita maka ini menunjukkan bahwa yang sebenarnya layak untuk dikoreksi adalah diri kita sendiri.
            Jadi dalam hal ini kendalikanlah hati, teguhkan keyakinan bahwa hanya Allah yang berkuasa mengubah seseorang sementara kita sendiri patut mensyukurinya, mengapa? Allah Swt, telah berkenan menjadikan diri kita sebagai jalan bagi datamngnya pertolongan Allah.
Apabila tanda-tanda perubahan tidak tampak, janganlah kita patah semangat, jangan menyerah untuk sekedar memberikan input atau masukan terbaik dengan cara yang lebih inovatif lagi, tentunya dengan hati yang lebih bening. Setidaknya taburan doa-doa kita mengiringi hari-harinya untuk melakukan perubahan. Ini merupakan tanda keikhlasan kita untuk memperbaiki orang itu.
selengkapnya [...]

Selasa, 24 Mei 2011

TEKNIK MENERIMA KRITIKAN

1 komentar:
Dalam menerima kritik, kita butuh beberapa trik, sehingga kita bisa menerima kritik sebagai sarana membangun kemuliaan. Berikut, sebagian dari trik-trik menerima kritik.

 A.    Rindu Kritik dan Nasihat
Kita harus bisa memosisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, juga rindu dinasehati. Seperti rindunya kita untuk melihat cermin, dalam upaya agar penampilan kita selalu bagus. Melalui cermin, kita mengetahui rambut mana yang belum rapi, pipi sebelah mana yang bedaknya terlalu tebal atau apapun namanya.
Dengan bercermin, rambut yang tadinya kusut menjadi rapi. Penampilan yang tadinya semerawut menjadi rapi.
Begitulah semestinya bersikap hati kita terhadap kritik. Persepsi ini akan baik apabila kita selalu menghujamkan kedalam hati bahwa kritik itu penting. Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik membuka prestasi, derajat, dan merupakan jalan untuk menjadi lebih baik. Semua ini dilakukan dalam usaha menggapai kasih saying dan karunia Allah Swt. Kritik semacam ini, jelas akan mendobrak kelamnya hidup kita. Ia akan meneranginya hingga menjadi indah, mulia, dunia, dan akhirat.
Sungguh tidak layak seseorang takut dengan resiko kritik. Tahukah Anda, tidak pernah ada orang yang menjadi terhina hanya karena dikoreksi. Justru, kehinaan itu ada pada orang yang tidak mau memperbaiki diri setelah menerima keritikan.
Sebaliknya, seseorang akan menjadi mulia dan terpuji tatkala ia bersikap terbuka pada kritik. Ia akan disukai Karena jauh dari hal-hal yang membuat ia dibenci. Ia akan selalu dikenang karena selalu melakukan kebaikan-kebaikan yang membuat masyarakat disekitarnya menjadi senang dan saying.
Lebih jauh lagi, kedudukan akan semakin tinggi di sisi Allah Swt. Ia akan dimulian karena terhindar dari hal yang memurkai-Nya, dan mau bersegera menuju cinta-Nya.
Nah, kalau kita sudah merasa bahwa kritik adalah bagian yang sangat penting bagi hidup ini dan menganggapnya sebagai kebutuhan untuk memantapkan pribadi, maka kita akan mulai senang menerima kritik.
Kedatangan kritik menjadi hal yang membahagiakan batin. Bahkan, bila ada kabar bahwa seseorang member kritik, dapat membuat wajahnya berseri-seri. Ia yakin akan muncul jalan baru untuk memperbaiki dirinya.

 B.     Cari dan Tanya
Sebaiknya, jangan biasakan bertanya kepada teman, “bagus tidak?”, “sukseskah saya?” akan tetapi baliklah dengan bertanya “apa yang mesti saya perbaiki?”, “apa yang mesti saya semprnakan?”, “kesalahan mana yang perlu dikoreksi?”
Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan. Milikilah teman yang mau dengan jujur saling mengkoreksi. Percayalah, sedikit pun tidak akan mengurangi kemulian.

C.    Nikmati Kritik
Persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai dengan keinginan kita. Ada kalanya isisnya benar, namun caranya salah. Kitapun harus bersyukur dan bersabar, apabila isisnya benar dan caranya pun benar. Menyingkapi kemungkinan itu kita harus sangat bersyukur karena nikmatnya sekali menerima koreksi semacam ini.
Kadang terjadi isinya salah, caranya sudah benar. Untuk itu kita harus minta maaf dan berterima kasih. Tidak mustahil isinya salah, caranya juga salah! Maka kita harus segera minta maaf dan menghadapinya dengan penuh kesabaran. Tidak ada yang rugi dengan koreksi. Yang rugi adalah merek yang salah dam menyingkapinya.
Jadi, kalau ada yang mengkritik, usahakan untuk tidak berkomentar, jangan memotong pembicaraan, apalagi membantahnya, belajarlah untuk diam dan menjadi pendengar yang baik.

 D.    Syukuri
Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan terima kasih yang tulus kepada orang yang member kritik. Tampakkan raut muka yang sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Segera berterima kasih atas keritikannya. Sertakan namanya dalam doa-doa kita, terutama bila ingat dengan kebaikan-kebaikan yang telah diberikan.
Berharaplah semoga Allah Swt, membalas kebaikannya yang telah sudi meluangkan waktu untuk membantu perbaikan diri kita. Kalau ternyata dia salah dalam menyampaikan kritik, doakan saja semoga Allah Azza wa Jalla memaafkan kesalahannya.

E.     Evaluasi Diri
Jujurlah kepada diri sendiri ketika menerima kritik dan koreksi yang dating. Jangan sibuk menyalahkan pengkritik, akan tetapai camkan dalam hati’ “oh kritik ini merupakan pertolongan Alah. Ini adalah jawaban dari Allah atas doa-doa kita untuk ditunjuki jalan yang lurus.”
Mahasuci Allah yang telah mengabulkan doa kita. Segala puji bagi-Nya yang sudah menggerakkan lisan seseorang untuk menyatakan apa yang salah dan menunjukkan mana yang benar.

F.     Perbaiki Diri
Buatlah program perbaikan dengan sungguh-sungguh. Jadikanlah program perbaikan diri sebagai rasa syukur  atas kritik yang dating. Minta tolonglah kepada Allah Swt. Perubahan hanya akan terjadi atas pertolongan Alah juga.
Seburuk apapun masalalu kita, maka Allah maha berkuasa untuk membentunya menjadi baik. Sekelam apapun kesalahan-kesalahan kita, Allah tidak akan pernah putus untuk member jalan bagi hamba-Nya yang memohon ampun. Begitu mudah bagi Allah memberi celah-celah yang akan mampu mendobrak keterpurukan kita, menjadi batu loncatan menjadi hidup yang lebih baik. Bahkan, untuk mencapai prestasi gemilang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya!
Bukankah gunung-gunung yang amat tinggi menjulang yang seakan hendak mencakar langit itu banyak diantaranya yang dahulunya adalah palung di dasar laut terdalam? Lantas, apa sulitnya bagi Allah Swt untuk mengangkat derajat kita dari tempat yang semula rendah menuju kedudukan amat tinggi, melewati gunung dan awan?

G.    Balas Budi
Jangan lupa untuk mengirimkan tanda terima kasih. Bias berupa barang beharga, makanan kesukaannya, sepucuk surat atau minimal informasi kepada yang mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya.
Lebih indah lagi, jika dalm doa-doa di setiap sholat, kita memohon agar Allah mengaruniakan kasih sayang-Nya. Walau bagaimanapun kerasnya isi kritik yang telah ia sampaikan, tetap orang itu telah menjadi jalan bagi pertolongan Allah dalam perbaikan diri dan pembenahan hidup kita.

yasiny_165
selengkapnya [...]

LDO HIMATIKA

Tidak ada komentar:









































selengkapnya [...]
newer posts newer posts newer posts

Yasin Yusuf, M. Pd

Yasin Yusuf, M. Pd

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pengikut

Support By

Blogger Bertuah
Copyright © 2011-2012 yasiny_165 | By Blogger Bertuah