Selasa, 24 Mei 2011

TEKNIK MENERIMA KRITIKAN

1 komentar:
Dalam menerima kritik, kita butuh beberapa trik, sehingga kita bisa menerima kritik sebagai sarana membangun kemuliaan. Berikut, sebagian dari trik-trik menerima kritik.

 A.    Rindu Kritik dan Nasihat
Kita harus bisa memosisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, juga rindu dinasehati. Seperti rindunya kita untuk melihat cermin, dalam upaya agar penampilan kita selalu bagus. Melalui cermin, kita mengetahui rambut mana yang belum rapi, pipi sebelah mana yang bedaknya terlalu tebal atau apapun namanya.
Dengan bercermin, rambut yang tadinya kusut menjadi rapi. Penampilan yang tadinya semerawut menjadi rapi.
Begitulah semestinya bersikap hati kita terhadap kritik. Persepsi ini akan baik apabila kita selalu menghujamkan kedalam hati bahwa kritik itu penting. Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik membuka prestasi, derajat, dan merupakan jalan untuk menjadi lebih baik. Semua ini dilakukan dalam usaha menggapai kasih saying dan karunia Allah Swt. Kritik semacam ini, jelas akan mendobrak kelamnya hidup kita. Ia akan meneranginya hingga menjadi indah, mulia, dunia, dan akhirat.
Sungguh tidak layak seseorang takut dengan resiko kritik. Tahukah Anda, tidak pernah ada orang yang menjadi terhina hanya karena dikoreksi. Justru, kehinaan itu ada pada orang yang tidak mau memperbaiki diri setelah menerima keritikan.
Sebaliknya, seseorang akan menjadi mulia dan terpuji tatkala ia bersikap terbuka pada kritik. Ia akan disukai Karena jauh dari hal-hal yang membuat ia dibenci. Ia akan selalu dikenang karena selalu melakukan kebaikan-kebaikan yang membuat masyarakat disekitarnya menjadi senang dan saying.
Lebih jauh lagi, kedudukan akan semakin tinggi di sisi Allah Swt. Ia akan dimulian karena terhindar dari hal yang memurkai-Nya, dan mau bersegera menuju cinta-Nya.
Nah, kalau kita sudah merasa bahwa kritik adalah bagian yang sangat penting bagi hidup ini dan menganggapnya sebagai kebutuhan untuk memantapkan pribadi, maka kita akan mulai senang menerima kritik.
Kedatangan kritik menjadi hal yang membahagiakan batin. Bahkan, bila ada kabar bahwa seseorang member kritik, dapat membuat wajahnya berseri-seri. Ia yakin akan muncul jalan baru untuk memperbaiki dirinya.

 B.     Cari dan Tanya
Sebaiknya, jangan biasakan bertanya kepada teman, “bagus tidak?”, “sukseskah saya?” akan tetapi baliklah dengan bertanya “apa yang mesti saya perbaiki?”, “apa yang mesti saya semprnakan?”, “kesalahan mana yang perlu dikoreksi?”
Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan. Milikilah teman yang mau dengan jujur saling mengkoreksi. Percayalah, sedikit pun tidak akan mengurangi kemulian.

C.    Nikmati Kritik
Persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai dengan keinginan kita. Ada kalanya isisnya benar, namun caranya salah. Kitapun harus bersyukur dan bersabar, apabila isisnya benar dan caranya pun benar. Menyingkapi kemungkinan itu kita harus sangat bersyukur karena nikmatnya sekali menerima koreksi semacam ini.
Kadang terjadi isinya salah, caranya sudah benar. Untuk itu kita harus minta maaf dan berterima kasih. Tidak mustahil isinya salah, caranya juga salah! Maka kita harus segera minta maaf dan menghadapinya dengan penuh kesabaran. Tidak ada yang rugi dengan koreksi. Yang rugi adalah merek yang salah dam menyingkapinya.
Jadi, kalau ada yang mengkritik, usahakan untuk tidak berkomentar, jangan memotong pembicaraan, apalagi membantahnya, belajarlah untuk diam dan menjadi pendengar yang baik.

 D.    Syukuri
Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan terima kasih yang tulus kepada orang yang member kritik. Tampakkan raut muka yang sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Segera berterima kasih atas keritikannya. Sertakan namanya dalam doa-doa kita, terutama bila ingat dengan kebaikan-kebaikan yang telah diberikan.
Berharaplah semoga Allah Swt, membalas kebaikannya yang telah sudi meluangkan waktu untuk membantu perbaikan diri kita. Kalau ternyata dia salah dalam menyampaikan kritik, doakan saja semoga Allah Azza wa Jalla memaafkan kesalahannya.

E.     Evaluasi Diri
Jujurlah kepada diri sendiri ketika menerima kritik dan koreksi yang dating. Jangan sibuk menyalahkan pengkritik, akan tetapai camkan dalam hati’ “oh kritik ini merupakan pertolongan Alah. Ini adalah jawaban dari Allah atas doa-doa kita untuk ditunjuki jalan yang lurus.”
Mahasuci Allah yang telah mengabulkan doa kita. Segala puji bagi-Nya yang sudah menggerakkan lisan seseorang untuk menyatakan apa yang salah dan menunjukkan mana yang benar.

F.     Perbaiki Diri
Buatlah program perbaikan dengan sungguh-sungguh. Jadikanlah program perbaikan diri sebagai rasa syukur  atas kritik yang dating. Minta tolonglah kepada Allah Swt. Perubahan hanya akan terjadi atas pertolongan Alah juga.
Seburuk apapun masalalu kita, maka Allah maha berkuasa untuk membentunya menjadi baik. Sekelam apapun kesalahan-kesalahan kita, Allah tidak akan pernah putus untuk member jalan bagi hamba-Nya yang memohon ampun. Begitu mudah bagi Allah memberi celah-celah yang akan mampu mendobrak keterpurukan kita, menjadi batu loncatan menjadi hidup yang lebih baik. Bahkan, untuk mencapai prestasi gemilang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya!
Bukankah gunung-gunung yang amat tinggi menjulang yang seakan hendak mencakar langit itu banyak diantaranya yang dahulunya adalah palung di dasar laut terdalam? Lantas, apa sulitnya bagi Allah Swt untuk mengangkat derajat kita dari tempat yang semula rendah menuju kedudukan amat tinggi, melewati gunung dan awan?

G.    Balas Budi
Jangan lupa untuk mengirimkan tanda terima kasih. Bias berupa barang beharga, makanan kesukaannya, sepucuk surat atau minimal informasi kepada yang mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya.
Lebih indah lagi, jika dalm doa-doa di setiap sholat, kita memohon agar Allah mengaruniakan kasih sayang-Nya. Walau bagaimanapun kerasnya isi kritik yang telah ia sampaikan, tetap orang itu telah menjadi jalan bagi pertolongan Allah dalam perbaikan diri dan pembenahan hidup kita.

yasiny_165

1 komentar:

newer posts newer posts newer posts

Yasin Yusuf, M. Pd

Yasin Yusuf, M. Pd

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pengikut

Support By

Blogger Bertuah
Copyright © 2011-2012 yasiny_165: TEKNIK MENERIMA KRITIKAN | By Blogger Bertuah